Membangun Konstituen dari Dasar: Studi Kasus Kalimantan Timur

|

Membangun Konstituen dari Dasar: Studi Kasus Kalimantan Timur

Photo by Eko Purwanto on Unsplash

Share this article:

Kontestasi Pemilu Legislatif telah memberikan kesempatan bagi kelompok warga untuk memperjuangkan agenda perubahan melalui jalur politik. Dibukanya ruang-ruang demokrasi memungkinkan aktor-aktor dari kelompok warga untuk berkompetisi secara langsung dalam Pemilihan Umum. Intensitas relasi dan interaksi yang terbentuk antara pemilih dan wakilnya melalui program-program yang disepakati dan diperjuangkan bersama dapat mempersempit jurang representasi yang oleh beberapa ahli (Tornquist dan Stoke 2009), ditengarai telah mengalami defisit. Artikel ini memaparkan hubungan antara kandidat dari latar belakang aktivis lingkungan dan konstituten yang sama-sama memiliki latar belakang pedesaan, korban pengrusakan lingkungan, dan komunitas pendatang di Kalimantan Timur dalam bingkai representasi yang dikontestasikan dalam ruang-ruang politik elektoral (political space). Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa pada pemilih tradisional, kesamaan nasib, identitas dan kemampuan aktor untuk mendistribusi sumber daya negara berperan penting dalam membentuk relasi antara wakil politik dengan konstituen. 

This report is written in Bahasa Indonesia, and published by Analisis CSIS.

Download PDF


Talk to Us

Luky Djani

Director – Institute for Strategic Initiatives